THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Sabtu, 19 Maret 2011

part 4.c

Sakura Senpai, bagaimana kabarmu hari ini?”
Jadi kau yang merencanakan semua ini?”
Sebenarnya kemarin aku sudah menunggumu, tapi kau tidak juga datang. Ya, aku bias maklum sieh..?”
Sebenarnya apa sie maumu? Berbuat curang begitu dan membawaku kemari? Haruskah kau melakukan ini semua? Hah?” ujarku berapi-api.
Sakura Senpai, slow down! Aku gak punya maksud apa-apa kok. Cuma…” Asahi berdiri dari singgasananya dan mendekatiku. Berdiri tepat satu langakah di depanku.
Asahi Senpai yang terhormat… berhenti mempermainkan aku!”
Ciih!? Aku hanya ingin memberitaumu satu pernyataan dan satu pertanyaan” bisik Asahi.
Terserah” kataku acuh tak acuh.
Ia berjalan memutariku dan berbisik dari belakang, “Aku akan memberitaumu kenapa aku hanya memilihmu saat tes waktu itu”
Kenapa?”
Pertama, diantara yang lain kau yang paling tampak cerdas dan paling menarik untuk dipermainkan di sini” Asahi melangkah lagi ke depanku, “Daripada yang lain, kau itu mudah sekali untuk dipercaya. Apalagi kau cukup dominan daripada siswa lain dari Lordenia yang ternyata IQ-nya gak seberapa…”
Eh, jaga ya mulutmu!” ancamku, “Kau memang ketua di sini tapi berarti kau bisa memperlakukan semuanya sesukamu!”
Hahahahaha!!!” Asahi jstru nagakak.
Baiklah, sudah cukup pernyataannya, sekarang aku punya pertanyaan untukmu. Dan kau harus menjawab dengan jujur” lanjut Asahi.
Aku diam saja.
Apa harapanmu mau menerima tawaran studi di Childeria?”
Harapan?
Apa harapanmu?” tanya Asahi lagi.
Aku ingin kalian melihat kami” ujarku singkat, sekenanya.
Maksudmu..?”
Aku ingin menjawab tantangan kalian dan menunjukkan bahwa kami tak hanya baik di satu bidang” ujarku.
Selain itu?” rupanya ia masih belum puas.
Aku terdiam cukup lama dan mencari jawaban yang langsung bisa menohok Asahi, “Mungkin, aku bisa berharap kedua asrama ini bisa rukun.”
Asahi juga terdiam, ia berbalik dan mengahmpiri mejanya. Mengambil amplop cokelat yang aku tidak bisa memperkirakan apa isinya.
Bel tanda jam istirahat selesai, berbunyi…
Baiklah. Kau boleh pergi. Terima kasih atas kunjungannya dan jangan lupa mengelus dada selama di sini. Bersiap-siaplah..”
^_ Yume-o Part 4 _^

Malam harinya…
Aku kembali berkumpul dengan teman-teman di kamar dan menceriterakan mimpi burukku tadi siang. Mereka merespon sangat antusias dan mendukungku untuk memprotes sikap Asahi. Aku mencoba menenangkannya sieh, tapi percuma.
Tok! Tok! Tok!
Siapa malem-malem begini ada tamu?” Tanya Kyuu entah pada siapa.
Aku hendak turun, tapi Fiura menahanku, “Biar aku yang membukanya.” Ia berjalan menuju pintu dan membukanya perlahan. Sreek..!
Lhoh? Fiura? Kenapa kau di sini?”sambil menengok ke dalam kamar, “Mana Sakura?” Tanya sang tamu.
Kepala Asrama? Hm.. sakura?” Fiura celingak-celinguk.
Kakek? Ada apa?” tanyaku spontan _mungkin Fiura kaget karena aku sudah ada di belakangnya_
Sakura?” Kakek menimang-nimang apakah ia akan mengatakannya.
Ikut Kakek sekarang. Ada yang harus Kakek sampaikan” pinta Kakek sambil menarik lenganku. Aku menurut saja.
Begitu sampai di dalam ruang kerja kakek, pintu aku tutup dan aku kembali mengulang pertanyaanku. “Ada apa, Kek?”
Baca surat ini!” ujar Kakek setelah mengeluarkan ampolop cokelat yang sepertinya sudah pernah aku lihat. “Aku?”
BRAAAK!!
*_ Yume-o Part 4 _*