THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Sabtu, 19 Maret 2011

part 3.b

Perjalanan ke Childeria untuk mengikuti tes terakhir sangat tidak nyaman. Gara-gara peristiwa semalam yang mengejutkan dan sulit dipercaya. Bagaimana mungkin Inoue yang biasanya pendiam tiba-tiba berubah seperti seorang pencuri. Aku sangat kecewa meskipun aku hanya sebagai sepupu jauhnya. Sangat disayangkan.
Sampai di Childeria, Asahi sang Ketua OSIS, langsung memanasi kami. “Aku harap kalian meikmati sajian sedap kami nantinya di tiap-tiap kelas yang kalian ajar. Semoga kalian berhasil lulus.”
Selesai berkotbah yang memanaskan telinga, kamiditempatkan di ruang-ruang terpisah seperti kemarin. Sedikit berbeda karena kami ditugasi untuk mengajar di kelas yang ditentukan oleh mereka dan kami tidak diberitau materi apa yang harus kami sampaikan. Sedikit persiapan dati kami. Tapi…”We must do the best.”
Meski waktu berjalan lambat bagi kami, tapi cukup 2 jam kami dikurung di antara murid-murid mereka yang sulit diatur. Namun, untung berjalan lancar dan tidak terlalu sulit apa-apa yang menghalangi. Semoga teman-temanku juga begitu. Rasanya, aku tidak mau salah satu dari kami diasramakan di sini.
“Baiklah. Karena rangkaian ujian sudah kalian lalui, kalian kami perbolehkan untuk menikmati tempat-tempat di Childeria ini untuk sedikit berkenalan dan mempererat tali persaudaraan kita.” Aku harap begitu. “Kalian boleh beristirahat di tempat yang kami sediakan ataupun sekedar berjalan-jalan di sekitar sini sambil menunggu pengumuman dari kami. Sekian. Arigatou gozaimasu…” ujarnya masih sok ramah. Tak lama kemudian kami ditinggalkan di aula sebesar itu oleh mereka bahkan pathner-pathner kami. Mungkin mereka akan rapat kilat, begitu piker kami.
Fiura dkk sempat mengajak berkeliling namun si ketua juga kurang tau tentang tempat itu. Sebentar kemudian kami mendengar samar-samar ada suara alunan piano yang sejuk dan menenangkan. Memperdengarkan alunan lagu ‘Sakura Biyori’
Kimi to boku to sakura biyori
kaze ni yuurete mai modoru
marude nagai yume kara sameta youni
miageta saki wa momoiro no sora…
Sejenak setelah lagu itu selesai giliran gitar bernyanyi. Kali ini terdengar lebih samar, terdengar seakan-akan suara itu makin jauh dari kami. Lalu terdengar pengumuman hasil tes akan segera di ummkan di aula.
“Nah, hasil tesnya akan segera saya beritahukan. Namun sebelumnya, saya ulangi kesepakatan awal kita.” Ujar ketua OSIS serampangan itu –wajahnya masih tidak enak dilihat. Lalu menambahkan, “Dan keputusan kami tidak dapat diganggu gugat!”
“Menurut kesepakatan, siswa yang terpilih akan diberi kesempatan untuk mengikuti pelajaran di Asrama Childeria ini selama 7 hari. Jadi siapapun yang terpilih diantara kalian, saya mohon kerjasamanya.”
Minta kerjasama? Jangan harap ya?
“Nah, hasilnya akan saya beritahukan sekarang.” Ketua itu berdeham keras di depan tamunya, “Dari tes tulis kemarin, peringkat pertamanya adalah Inoue, lalu Erika.” Aku dkk-ku tentu bertepuk tangan meskipun kami diliputi rasa curiga,,bagaimana mungkin bisa? Mereka bahkan tidak belajar.
Namun, gumaman Asahi membuyarkan pikiran buruk kami, “Sedangkan dari tes mengajar hari ini, peringkat teratasnya adalah Hikari dan disusul oleh Sakura.” Teman-teman bertepuk tangan lagi dan makin terdengar riuh karena siswa-siswa Childeria juga turut memberi semangat. “Nah, tenag semuanya!” tepik tangan berhenti dalam hitungan detik. “Dan, yang akan diasramakan di Childeria adalah….”
Dag! Dig! Dug!
Entahlah, sebenarnya kami hanya ingin menjawab tantangan mereka tapi untuk ikut belajar dengan mereka..? Bahkan kami tidak akan mau membayangkannya.
Senpai Sakura, mohon keluar dari barisan Anda.”
Wah! Kenapa aku duluan yang dipanggil? Ini kabar buruk! Batinku mengeluh. Aku menurut saja dan kupikir aku akan mendapatkan teman yang cocok dari asramaku. Tapi…. Kenapa lama sekali mereka diam?
“Dan,,” jeda yang panjang membuatku merasa sangat khawatir, “memang hanya Sakura yang lolos.”
“APA?”
*_ Yume-o Part 3 _*