THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Sabtu, 19 Maret 2011

part 4.c

Sakura Senpai, bagaimana kabarmu hari ini?”
Jadi kau yang merencanakan semua ini?”
Sebenarnya kemarin aku sudah menunggumu, tapi kau tidak juga datang. Ya, aku bias maklum sieh..?”
Sebenarnya apa sie maumu? Berbuat curang begitu dan membawaku kemari? Haruskah kau melakukan ini semua? Hah?” ujarku berapi-api.
Sakura Senpai, slow down! Aku gak punya maksud apa-apa kok. Cuma…” Asahi berdiri dari singgasananya dan mendekatiku. Berdiri tepat satu langakah di depanku.
Asahi Senpai yang terhormat… berhenti mempermainkan aku!”
Ciih!? Aku hanya ingin memberitaumu satu pernyataan dan satu pertanyaan” bisik Asahi.
Terserah” kataku acuh tak acuh.
Ia berjalan memutariku dan berbisik dari belakang, “Aku akan memberitaumu kenapa aku hanya memilihmu saat tes waktu itu”
Kenapa?”
Pertama, diantara yang lain kau yang paling tampak cerdas dan paling menarik untuk dipermainkan di sini” Asahi melangkah lagi ke depanku, “Daripada yang lain, kau itu mudah sekali untuk dipercaya. Apalagi kau cukup dominan daripada siswa lain dari Lordenia yang ternyata IQ-nya gak seberapa…”
Eh, jaga ya mulutmu!” ancamku, “Kau memang ketua di sini tapi berarti kau bisa memperlakukan semuanya sesukamu!”
Hahahahaha!!!” Asahi jstru nagakak.
Baiklah, sudah cukup pernyataannya, sekarang aku punya pertanyaan untukmu. Dan kau harus menjawab dengan jujur” lanjut Asahi.
Aku diam saja.
Apa harapanmu mau menerima tawaran studi di Childeria?”
Harapan?
Apa harapanmu?” tanya Asahi lagi.
Aku ingin kalian melihat kami” ujarku singkat, sekenanya.
Maksudmu..?”
Aku ingin menjawab tantangan kalian dan menunjukkan bahwa kami tak hanya baik di satu bidang” ujarku.
Selain itu?” rupanya ia masih belum puas.
Aku terdiam cukup lama dan mencari jawaban yang langsung bisa menohok Asahi, “Mungkin, aku bisa berharap kedua asrama ini bisa rukun.”
Asahi juga terdiam, ia berbalik dan mengahmpiri mejanya. Mengambil amplop cokelat yang aku tidak bisa memperkirakan apa isinya.
Bel tanda jam istirahat selesai, berbunyi…
Baiklah. Kau boleh pergi. Terima kasih atas kunjungannya dan jangan lupa mengelus dada selama di sini. Bersiap-siaplah..”
^_ Yume-o Part 4 _^

Malam harinya…
Aku kembali berkumpul dengan teman-teman di kamar dan menceriterakan mimpi burukku tadi siang. Mereka merespon sangat antusias dan mendukungku untuk memprotes sikap Asahi. Aku mencoba menenangkannya sieh, tapi percuma.
Tok! Tok! Tok!
Siapa malem-malem begini ada tamu?” Tanya Kyuu entah pada siapa.
Aku hendak turun, tapi Fiura menahanku, “Biar aku yang membukanya.” Ia berjalan menuju pintu dan membukanya perlahan. Sreek..!
Lhoh? Fiura? Kenapa kau di sini?”sambil menengok ke dalam kamar, “Mana Sakura?” Tanya sang tamu.
Kepala Asrama? Hm.. sakura?” Fiura celingak-celinguk.
Kakek? Ada apa?” tanyaku spontan _mungkin Fiura kaget karena aku sudah ada di belakangnya_
Sakura?” Kakek menimang-nimang apakah ia akan mengatakannya.
Ikut Kakek sekarang. Ada yang harus Kakek sampaikan” pinta Kakek sambil menarik lenganku. Aku menurut saja.
Begitu sampai di dalam ruang kerja kakek, pintu aku tutup dan aku kembali mengulang pertanyaanku. “Ada apa, Kek?”
Baca surat ini!” ujar Kakek setelah mengeluarkan ampolop cokelat yang sepertinya sudah pernah aku lihat. “Aku?”
BRAAAK!!
*_ Yume-o Part 4 _*

part 4.b

Keesokan harinya..
“Sakura, semangat ya!!” ujar teman-teman dari balik gerbang asrama seraya menggenggam tangan tanda memberi semangat. “Arigatou, Minna!!”
Aku berjalan agak lamban di belakang pengawas misteriusku. Ia berjalan di depan mengenakan jaket hitam yang menutupi seluruh tubuhnya, bahkan ia tidak memperkenalkan diri. Meski agak was-was, aku mencoba setenang mungkin menghadapi ini. Berkat teman-teman aku bisa di sini.
Aku mendongak. Childeria sudah di depan mata. Walaupun asrama ini luas, tapi aku membayangkan kengerian di dalamnya. Siswa-siswinya yang porak poranda dengan perilakunya. Oleh karena itu, sejak kedua asrama ini dibangun secara bersamaan _secara kebetulan_mereka sudah berseteru. Sampai sekarang pun aku belum tau dengan jelas apa yang dipermasalahkan.
“Nah, ini kelas yang akan kamu tempati selama studi di Childeria, High Class-B. Selamat bersenang-senang!” secepat aku mengalihkan pandangan, secepat itu pula orang itu pergi. Aku pura-pura tak peduli.
Aku sibuk menenangkan diri. Mengetur pikiran-pikiran burukku yang membayangkan penyambutan terburuk dari siswa-siswa Childeria di dalam kelas ini. Sreeek..!!
“Ohayou gozaimasu, Sakura~chan!!!” sapa penghuni High Class-B di sekitar pintu masuk kelas. Semuanya tampak ceria dan tak ada tanda-tanda yang bisa membuatku curiga. Dari belakang kerumunan itu, aku melihat Rora melangkah ke arahku, dan menyapaku.
“Ohayou, Sakura~chan! Selamat ya, kamu lolos ujian dan bisa ikut studi banding di sini. Meskipun sendirian, tapi, aku harap kita bisa bekerjasama. Mohon bantuannya!” ia menunduk. Aku celingak-celinguk. Lalu buru-buru berujar, “Iya, iya, Rora Senpai. Aku mengerti..”
“YEEEEAH!!!” setelah itu, suasana kelas berubah riuh dan ramai. Semakin aku menceritakan perasaanku saat mengikuti tes di Childeria, mereka semakin baik padaku. Aku cukup lega.
Pagi hari yang riuh dengan sapaan mereka membuat asumsiku pada mereka berubah sedikit demi sedikit ke arah yang baik. Memang mungkin sikap siswa di kelas ini baik. Hiruma, ketua kelas sekaligus ketua asrama Childeria, yang bijak dan humoris_meski kata Rora agak menyeballkan_. Rora, patnerku saat tes, yang ramah dan murah senyum. Raiko, pianis baru di kelas ini, walaupun tomboy tapi perhatian. Ruka, juara olimpiade sains, yang rajin dan penolong.
“Sakura~chan!!” panggil Rora di sudut ruang perpustakaan yang sedang kami kunjungi. “Ikut aku yuk…!”
“Hah? Ke mana?”
“Ada deh.. pokoknya asyik deh. Gak bakal nyesel kalo kamu ikut. Sekalian biar kenal sama anak sini.” Bujuk Rora sambil menarik lenganku.
Aku meletakkan buku yang aku pegang kembali ke rak, “Memangnya mau ke mana?”
Rora sudah menarikku sampai keluar ruang perpus. “Ke tempat latihanku.”
“Latihan? Rora mau latihan apa?” tanyaku penasaran.
“Ya, pokoknya tempat latihanku” lalu menambahkan,”Udah deh, gak usah banyak tanya, ntar kamu juga tau. Kan gak seru kalo aku certain sekarang. Ayo!!”
Berjalan menuruni tangga, sampai di lobi, masih menyusuri lorong menuju tempat yang semakin sejuk bila didekati. Seperti mau ke luar asrama. Tapi, ternyata berhenti depan sebuah ruangan yang terlihat mati dari luar. Seiring berhembusnya angin, aku mendengar samar-samar suara piano yang mengalun lembut dari dalam ruangan tsb. Begitu dibuka, suara tsb tiba-tiba menghilang.
Rora masuk duluan, aku menyusul agak belakangan.“Hey! Kau di mana? Jangan mempermainkan aku donk…!!”
Sejauh mataku beredar mengelilngi isi ruangan tsb, aku melihat seluruh sisi ruangan tsb berisi alat music lengkap. Mulai dari alat music tiup, petik, pukul, sampai yang menggunakan sumber arus listrik. Jadi, Rora itu penyanyi?
“Sakura~chan.. maaf ya, temanku yang satu itu memang agak menjengkelkan. Tadi itu hanya DVD miliknya yang diputar untuk pengantar tidurnya. Kalau sudah ku matikan seperti ini,” Rora menunjukkan sebuah kaset DVD di tangannya”pasti ia akan segera kabur. Maaf ya? Aku tidak bisa memperkenalkan mu dengan musisi terhebat Childeria.”
Aku mengangguk, “Iya, gak pa-pa kok..”
Petang pun datang…
Saatnya aku kembali ke Lordenia. Rasanya sudah tak sabar untuk beristirahat di kamar atau sekadar bercerita pada teman-teman tentang pengalamanku hari ini. Tapi…
Kok sepi? Aku mendongak, melihat jam besar di aula besar. Belum ada jam 6 tepat. Kok sudah sepi begini? Biasanya teman-teman masih berlalu lalang di sekitar sini. Kok tumben sepi..? batinku sambil menyusuri lorong-lorong menuju kamarku.
Saat mendongak, sekilas, aku melihat seseorang menutup pintu kamarku dengan keras. Aku mulai was-was. Siapa tuh? Berani-beraninya masuk ke kamarku selama aku tugas?buru-buru aku mempercepat langkahku menuju kamarku. Tanpa pamit, aku membuka pintu kamarku degan paksa. Ternyata…
“Minna~san!!” aku berteriak begitu melihat semua berkumpul di kamarku. Mulai dari Fiura sampai Erika. “Tumben kumpul di sini?”
“Nungguin kamu kan?” celetuk Sensei Hellen.
“Gimana di Childeria?” tanya Hikari.
“Ada yang jahilin kamu gak?” giliran Kyuushiro yang Tanya.
“Hey! Hey! Biarkan Sakura duduk dulu napa?” pinta Fiura _tumben baik_
“Hehehe~ gak pa-pa kok” aku lalu duduk di kursi yang paling dekat dg pintu.
“Jadi, gimana di sana? Enak gak?” tanya Erika melanjutkan sesi tanya jawab.
“Ya, gitu deh…”
“Hahahahahaha….
Hari pun berganti…
Aku tidak lagi harus diawasi oleh pengawas misteius yg menyebalkan itu. Memang terasa sangat sepi dari hari sebelumnya, tapi tak apalah sedikit menenangkan pikiran.
Aku sudah bisa akrab dengan cepat dengan siswa High Class B, hari yang baru ini pun berlangsung lancer dan tak ada halangan suatu apapun. Tapi, begitu bel istirahat berdenting…
Dua orang siswa datang masuk ke kelasku tanpa pamit. Yang satu berperawakan tinggi dan berambut cokelat dan seorang lagi yang lebih pendek dan berambut pirang. Berdiri di depan mejaku. “Apakah kau yg lulus tes dari Lordenia?”
Aku bergidik, “Iya, memangnya kenapa?”
Yang berambut cokelat mencengkram tanganku dan menarikku, “Sekarang ikut dengan kami”.
“Hah? Ke mana?” tanyaku setengah panic sambil berdiri dan berusaha mempertahankan diri.
“Kau akan tau nanti!” ujar siswa yang lain.
Karena aku tak bias melepaskan diri, aku dibawa mereka ke suatu tempat dan menjatuhkanku ke lantai. “Aduuh! Kalian tu kasar banget sieh..?” protesku lalu berdiri dan membersihkan sikuku yang kotor.
Kedua siswa itu tidak menjawab tapi justru tersenyum sinis. Hawanya sangat tidak menyenangkan. “Sakura Senpai, bagaimana kabarmu hari ini?”
Aku berbalik. Ternyata.. “Jadi kau yang merencanakan semua ini?”
*_ Yume-o Part 4 _*

part 4.a

Senpai Sakura, mohon keluar dari barisan Anda.” jeda yang panjang membuatku merasa sangat khawatir, “Dan,, memang hanya Sakura yang lolos.”
APA?”
Aku menoleh kea rah teman-temanku, barharap mendapatkan pembelaan dari mereka. Aku sangat berharap. Perlahan, telinga bergemuruh mendengar pembelaan mereka. Aku merinding.
“Apa-apaan kalian ini, hah?” teriak Fiura yang tiba-tiba sudah ada di sebelah kiriku. “Bukankah menurut perjanjian anggota dewan asrama yang diasramakan ada 2 siswa. Kenapa hanya satu? Apa kalian lupa?”
“Maaf sebelumnya, tapi menurut kami hanya Sakura yang lulus seleksi dari 3 aspek yang kami ujikan?” jelas Asahi tamapak berkuasa atas situasi kali ini. Padahal sebenarnya ia sedang didesak oleh Lordenia.
“3 aspek? Bukankah kalian hanya mengujikan tes tulis dan mengajar? Lalu apa maksudmu 3 aspek?” giliran Yuushiro yang meminta pertanggungjawaban.
“Oh, kupikir teman-teman Sakura akan cepat mengerti maksudku, tapi ternyata malah meleset 1800.” Sepertiya aku bisa meledak di sini, aku menatap Asahi dengan tatapan tajam. Sangat tajam sampai ketua OSIS menyebalkan itu mau segera menjelaskannya dan tutup mulut. “Baiklah, akan aku beritahu.”
Kami menungu!
“Tiga aspek tersebut adalah aspek yang kami nilai untuk menentukan siapakah yang akan kami ijinkan berasrama di sini. Ketiga aspek ini harus benar-benar seimbang, tidak boleh kalah di satu sisi. Yaitu, IQ, EQ, dan SQ.” jelas Asahi sangat jeli.
Teman-teman di belakangku mulai resah semaunya sendiri. Kyuushiro angkat bicara, “Tapi seharusnya itu tidak menjadi pemghalang kalian untuk tetap menepati janji, bukan?”
“Yah, memang seharusnya begitu, tapi memang hanya Sakura yang seimbang di ketiga aspek tersebut.” Ia masih keras kepala, “Dan saya tegaskan lagi bahwa keputusan kami tidak dapat diganggu gugat!”
Aku menoleh kea rah Fiura, ia terlihat sangat kecewa. Tapi, aku bisa apa? Apakah…? “Apakah ini asrama Childeria yang kalian banggakan?”
Ada yang berteriak. Aku, Fiura, dan bahkan seluruh siswa di aula mencari sumber suara tersebut. Aku kaget begitu menyadari Hikari yang telah berteiak di depan semua.
Apakah ini asrama Childeria yang kalian banggakan?” Hikari berdiri di sebelah kananku. ”Apakah hanya ni kejujuran yang kalian punya? Kenapa kalian tega menghancurkan kepercayaan yang telah kami paksa berikan kepada kalian.”
“Aku tak memintanya.”
“Memang. Tapi apakah kalian tidak tau balas budi? Kalian tidak diajari sopan santun atau belajar menghargai orang lain? Hah?”
“Cukup!”
“Biarpun kami tidak sebaik yang kalian pikirkan, tapi kami masih punya nurani.”
“Cukup, Hikari!”
“Kalian harus tetap menghargai kami!!!”
“Sudah cukup, Hikari~chan!!!” bentakku pada Hikari sambil menghadapkan badannya padaku, “Kau sudah tidak perlu membelaku lagi. Aku sudah tidak ingin merepotkan kalian lagi. Sudah cukup. Aku mohon..” kutampakkan wajah memelas pada Hikari ia hampir mengucapkan sesuatu tapi Asahi jauh lebih cepat.
“Sakura saja tau.” Aku beralih menampakkan wajah sebal padanya. “Atau kalian mau aku permalukan di sini..?”
“Sudah Asahi!” aku memberanikan diri angakat bicara. “Aku besok akan ke sini sendirian. Itu maumu kan? Aku berjanji.” Jeda sejenak, “Sekarang, ijinkan kami beristirahat di Lordenia!”
“Baiklah, Senpai Sakura. Kau memang yang terbaik. Kalian pulanglah dan datanglah kembali besok, Sakura~chan!” ia mengangkat tangan kanannya lalu melambaikannya. Itu semacam penghinaan, umpatku dalam hati.
“Ayo, teman-teman. Kita kembali ke Lordenia. Dan akan memberitahukan tetang sejarah baru kita.” Aku berbalik sendirian. Mendapat jlaan terang dan diikuti oleh teman-teman. Aku cukup terpukul.
“Aku sangat terpukul. Aku bahkan tidak percaya mereka bisa berdusta sejauh itu.” Celetuk Kyuushiro di belakangku. Hikari, Erika, dan Inou sudah mendahuluiku di tengah jalan. “Mereka tidak merasa bersalah sedikit pun!”
Sepupuku mengajakku bicara, “Sakura~chan, kamu tidak apa-apakan?”
Aku menoleh tanpa berhenti melangkah. Ku sunggingkan senyum selebar mungkin berharap bisa mendukung jawabanku, “Aku baik saja kok. Tenaang saja, tidak perlu mengkhawatirkan aku.”
“Apa iya?”
“Tenang saja. Sakura pasti mau berjuang demi kita.” Sela Yuushiro, lalu Fiura menambahkan, “Juga demi Lordenia!”
Aku tersenyum makin tenang.
“Ganbatte, Sakura~chan! Berjuanglah demi kami dan Lordenia!!!” Kyuushiro mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi lalu diikuti teman-temanya. Aku juga. “Yo!!”
*_ Yume-o Part 4 _*

part 3.a

Pagi yang ditunggu-tunggu telah tiba. Sang mentari seakan tersenyum memberi dukungan untuk kami. Selesai sarapan kami dikumpulkan di aula tengah lalu diberangkatkan dari sana (seakan-akan kami rombongan perang, yah..walaupun itu tepat). Letak Asrama Childeria ‘terhormat’ (nada mengejek) memeng tidak jauh dari asrama kami. Hanya berkisar 250 meter, itu pun karena kami menuruni lereng bukit, kami bisa lebih cepat sampai. Dan tanpa terasa, tibalah kami di depan penyambutan baik mereka.
Waktu tes di Asrama Childeria telah tiba…
Ohayou gozaimasu, minna~san!!!” salam seorang laki-laki yang lebih mirip pemimpin di asrama ini. Mungkin iya? “Watashi wa Senpai Asahi desu, ketua OSIS di asrama ini. Selamat datang di Asrama Childeria!!!” ujarnya bersemangat.
HAI!!!”
Di sini saya mewakili rekan-rekan di asrama ini sangat berterima kasih telah terselenggaranya acara ini. Dengan acara seperti ini kita bisa saling mengenal satu sama lain dan sekaligus dapat memperbaiki diri kita masing-masing, memperluas pengetahuan dan pergaulan. Serta untuk mempererat persaudaraan kita” jeda sejenak “Nah, untuk menghindari kebosanan dan tidak terjadi kesalahpahaman dalam system tes di sini, akn saya beritukan peratuan tes kali ini.” Jelasnya mengawali ketegangan kami. Deg! Deg! Deg!
Peraturan awal; masing-masing peserta akan dipasangkan dengan siswa dari asrama ini yang menjadi pathner mereka. Selain mengawasi, pathner juga bisa menjadi teman kalian selama tes ini. Adapun pasangan kalian adalah siswa yang ada di belakang kalian” secara serentak kami siswa Asrama Lordenia segera berbalik seakan-akan dikomando oleh atasan baru kami,”Baiklah, akan saya perkenalkan pasangan di depan kalian! Fiura-Himuno;Kyuushiro-Mako;Yuushiro-Ito;Havie-Souta;Hikari-Ruka;Sakura-Rora;Erika-Silver;Inoue-Raiko.”
Itu pathner kalian. Peraturan dasar, ada dua kali tes yaitu tes tulis yang berlangsung hari ini dan tes mengajar untuk besok. Nah, setiap tes ruangannya tetap. Adapun seorang peserta akan di tempatkan di ruang yang berbeda dengan peserta yang lainnya. Jadi, kesimpulannya, di satu ruang hanya ada satu peserta” jelas Ketua OSIS itu yang membuat kami semua merasa benar-benar dijebak,”Tapi,kalian tak perlu resah karna kalian tidak sendiri di ruangan itu. Kalian bisa bersama dengan pathner kalian sambil mengobrol dengan mereka.”
Nah, hanya itu saja peraturannya. Kalian bisa mengikuti pathner kalian untuk menuju ke ruang tes khusus untuk kalian. Selamat berjuang, Kawan! Ganbatte!!!” serunya dengan wajah sinis.
Selesai salam penutup yang mengerikan, kami semua seperti merasa diseret ke sebuah ruang untuk diisolasi. Kami mungkin akan sangat menentang jika kami bisa. Namun kami tak punya kuasa di sini…
Yang hanya bisa kami lakukan adalah berjuang sesuai kemampuan demi Lordenia…. Hanya itu satu-satunya dasar kami berjuang di sini. Dan kami akan melakukan apapun demi tujuan kami!
^_ Yume-o Part 3 _^

Malam harinya…
Ukh, pulang dari tes tadi kami langsung pencar dan sekarang masih banyak yang keluar. Mana aku gak diajak, jadi sepi. Oh, ya! Tadi di kamar Sensei Hellen juga gak ada. Pasti sama Erika dan Inoue lagi. Bisa bahaya kalau dibiarkan begini terus..
Sakura~chan!!!” suara itu diiringi langkah kaki yang secepatnya ada di belakangku. Havie menyapa lagi, “Sakura~chan!!!”
“Ada apa? Kok buru-buru gitu kaya’ dikejar setan aja?” aku mengintip arah belakang Havie, aku segera merasa bersalah begitu tau Yuushiro datang jauh di belakang Havie dg tampang menyeramkan. “Heee…?”
Havie ikut menoleh ke belakang lalu kembali berkata padaku, “Itu kan Cuma Yuushiro~kun?” aku hanya mengengguk kikuk, “Sakura~chan, ajarin aku buat materi besok donk…? Aku kan belum pernah praktek mengajar selama di sini”.
“Haah?? Apanya yang harus aku ajarkan?” aku bingung tapi Havie menyela cepat, “Tapi kan kakak pernah ngisi jam kosong di kelas B dan C? Pasti bisa kan?” Heh!? ‘kakak’ katanya? Sejak kapan aku jadi kakaknya
“Hummm? Tapi kan kita gak tau apa yg akan kita ajarkan besok?” jawabku, “Tapi, setauku…selagi kamu bisa bikin suasana di kelas jadi kondusif dan aktif, pasti bisa nyaman ngajarnya.” Begitu sadar, aku melihat mata Havie seakan-akan bersinar dan aku baru saja memberitaunya prinsip cara mengajarku. “Hehehehe?”
Begitu juga gak pa-pa kok” ujar Havie (sepertinya sudah puas).
Minna~san!!! Yuu~kun! Havie! Sakura~chan!” teriak seorang siswa sambil berlari begitu melihat kami berkumpul. “Ngapain nih di sini aja?” Tanya ketua kami, Fiura. Sementara di belakangnya yg tertinggal adalah Kyuushiro, kakak Yuushiro.
Gie nanya-nanya aja” jawab Havie sekenanya tapi jujur.
Kok gak keluar aja?” giliran Kyuushiro yg introgasi.
Males, akh!? Lagipula bingung mau ngapai di luar sana” jawabku sedikit ketus, aku agak kikuk kalau dikerubungi siswa-siswa ini. Auranya beda.
Ya, udagh. Ikut kami aja yuk ke pasar raya di lembah” ajak Fiura.
APA!?”-aku-; “IKUT!!”-Havie-; “Hmmm?”-Yuushiro- (bareng-bareng).
??? Maksud kalian gimana nih?” Fiura bingung dg jawaban spontan kami. “Kalian mau ikut gak?”
Ikuuut…!” ujar Havie memelas. Aku menyela, “Gak mau!!?”
Kenapa? Kami kan tidak mengajakmu” seru Kyuushiro yg berhasil membuatku malu sekali. Akh, padahal di depan laki-laki semua?
Ya, sudah aku pergi saja” ujarku sebal sambil berbalik pergi entah ke mana. Tapi baru beberapa langkah Fiura menahanku, “Hey, kamu gak ikut Sakura?” Aku menjawab ketus lagi, “Katanya gak butuh aku lagi?!”
Aku kan cuma bercanda…” aku berbalik dan masih sempat melihat teman-teman menatap tajam pada Kyuushiro, kecuali Yuushiro yg hanya menatap dingin. “Gomenasai..”
He?” aku tersenyum senang, sedikit lega. Tapi…”Tapi, masa’ aku cwe’ sendiri? Kan bisa bahaya.” Begitu mendongak mereka sudah melihatku tajam, aku keceplosan lagi…
Kan kamu bisa ajak Hikari…” ujar Kyuushiro dan Fiura hampir bersamaan.
??? Hmmm, iya juga ya...? aku panggil Hikari dulu ea?” secepatnya aku kabur ke kamar Hikari dan kakaknya. Tapi, ternyata mereka masih bisa mengutitku di belakang. Yagh, tak apa.
Meskipun awalnya Hikari menolak untuk ikut dg alasan ‘sedang belajar untuk besok’ tapi, bersyukur kami. Karena Sensei Haruki, kakak Hikari mau membujuk dan mengijinkan adiknya keluar bersama kami. Hahaha…. lagi-lagi kami menang!
Nah, sekarang kita lari ke pasar raya. Siapa yg kalah harus traktir makan!” ujar Kyuushiro dan segera lari secepat kilat. Diikuti Havie dan Yuushiro. Kali ini, Fiura yg di belakang dan sedikit memberi semangat pada kami, “Walaupun kalian perempuan, jangan mau kalah sama kami” tapi setelah itu, Fiura pergi juga.
Meskipun kami tak yakin bisa menyusul mereka tepat waktu, aku dan Hikari hanya berusaha berjalan secepat kami bisa.
Sampai di depan gerbang, mereka sudah menunggu dan segera menceramahi kami serta menagih hutang. Tapi, dewi fortuna sedang berada di pihak kami. Fiura yg kena hukuman.
Yah, gak pa-pa, sekali-kali beramal untuk teman-teman” kata Fiura beralasan. Lalu kami berkeliling sesuai kemauan Fiura (soalnya yg ngajar + nraktir Fiura).
Aku berjalan di antara Yuushiro dan Havie, mereka mengawasiku. Sementara Hikari di depan dengan Kyuushiro. Fiura hanya mengurus dirinya sendiri. Ramai sekali pasar raya ini. Padahal biasanya gak seramai ini. Lhoh, itu…?
Inoue? Erika? Dan…siapa laki-laki itu?” seruku, diikuti tolehan teman-teman yg penasaran dg apa yg aku lihat.
*_ Yume-o Part 3 _*

part 3.b

Perjalanan ke Childeria untuk mengikuti tes terakhir sangat tidak nyaman. Gara-gara peristiwa semalam yang mengejutkan dan sulit dipercaya. Bagaimana mungkin Inoue yang biasanya pendiam tiba-tiba berubah seperti seorang pencuri. Aku sangat kecewa meskipun aku hanya sebagai sepupu jauhnya. Sangat disayangkan.
Sampai di Childeria, Asahi sang Ketua OSIS, langsung memanasi kami. “Aku harap kalian meikmati sajian sedap kami nantinya di tiap-tiap kelas yang kalian ajar. Semoga kalian berhasil lulus.”
Selesai berkotbah yang memanaskan telinga, kamiditempatkan di ruang-ruang terpisah seperti kemarin. Sedikit berbeda karena kami ditugasi untuk mengajar di kelas yang ditentukan oleh mereka dan kami tidak diberitau materi apa yang harus kami sampaikan. Sedikit persiapan dati kami. Tapi…”We must do the best.”
Meski waktu berjalan lambat bagi kami, tapi cukup 2 jam kami dikurung di antara murid-murid mereka yang sulit diatur. Namun, untung berjalan lancar dan tidak terlalu sulit apa-apa yang menghalangi. Semoga teman-temanku juga begitu. Rasanya, aku tidak mau salah satu dari kami diasramakan di sini.
“Baiklah. Karena rangkaian ujian sudah kalian lalui, kalian kami perbolehkan untuk menikmati tempat-tempat di Childeria ini untuk sedikit berkenalan dan mempererat tali persaudaraan kita.” Aku harap begitu. “Kalian boleh beristirahat di tempat yang kami sediakan ataupun sekedar berjalan-jalan di sekitar sini sambil menunggu pengumuman dari kami. Sekian. Arigatou gozaimasu…” ujarnya masih sok ramah. Tak lama kemudian kami ditinggalkan di aula sebesar itu oleh mereka bahkan pathner-pathner kami. Mungkin mereka akan rapat kilat, begitu piker kami.
Fiura dkk sempat mengajak berkeliling namun si ketua juga kurang tau tentang tempat itu. Sebentar kemudian kami mendengar samar-samar ada suara alunan piano yang sejuk dan menenangkan. Memperdengarkan alunan lagu ‘Sakura Biyori’
Kimi to boku to sakura biyori
kaze ni yuurete mai modoru
marude nagai yume kara sameta youni
miageta saki wa momoiro no sora…
Sejenak setelah lagu itu selesai giliran gitar bernyanyi. Kali ini terdengar lebih samar, terdengar seakan-akan suara itu makin jauh dari kami. Lalu terdengar pengumuman hasil tes akan segera di ummkan di aula.
“Nah, hasil tesnya akan segera saya beritahukan. Namun sebelumnya, saya ulangi kesepakatan awal kita.” Ujar ketua OSIS serampangan itu –wajahnya masih tidak enak dilihat. Lalu menambahkan, “Dan keputusan kami tidak dapat diganggu gugat!”
“Menurut kesepakatan, siswa yang terpilih akan diberi kesempatan untuk mengikuti pelajaran di Asrama Childeria ini selama 7 hari. Jadi siapapun yang terpilih diantara kalian, saya mohon kerjasamanya.”
Minta kerjasama? Jangan harap ya?
“Nah, hasilnya akan saya beritahukan sekarang.” Ketua itu berdeham keras di depan tamunya, “Dari tes tulis kemarin, peringkat pertamanya adalah Inoue, lalu Erika.” Aku dkk-ku tentu bertepuk tangan meskipun kami diliputi rasa curiga,,bagaimana mungkin bisa? Mereka bahkan tidak belajar.
Namun, gumaman Asahi membuyarkan pikiran buruk kami, “Sedangkan dari tes mengajar hari ini, peringkat teratasnya adalah Hikari dan disusul oleh Sakura.” Teman-teman bertepuk tangan lagi dan makin terdengar riuh karena siswa-siswa Childeria juga turut memberi semangat. “Nah, tenag semuanya!” tepik tangan berhenti dalam hitungan detik. “Dan, yang akan diasramakan di Childeria adalah….”
Dag! Dig! Dug!
Entahlah, sebenarnya kami hanya ingin menjawab tantangan mereka tapi untuk ikut belajar dengan mereka..? Bahkan kami tidak akan mau membayangkannya.
Senpai Sakura, mohon keluar dari barisan Anda.”
Wah! Kenapa aku duluan yang dipanggil? Ini kabar buruk! Batinku mengeluh. Aku menurut saja dan kupikir aku akan mendapatkan teman yang cocok dari asramaku. Tapi…. Kenapa lama sekali mereka diam?
“Dan,,” jeda yang panjang membuatku merasa sangat khawatir, “memang hanya Sakura yang lolos.”
“APA?”
*_ Yume-o Part 3 _*

critany sie curcol

Begitu bumi ini berguncang ,
Alam ini marah ,
Tak ada hal yg bisa dilakukan manusia..
Ia hanya bisa menjerit dan menangis ,
Tak ada yg bisa ia lakukan..
Ia tak mampu berdiri atau pun mengucapkan sepatah kata..
Ia hanya bisa merangkak dan menjerit dalam hati..
Saat manusia tersakiti, ia akan menangis…
Saat manusia diremehkan, ia juga akan meremehkan orang tsb…
Saat manusia memiliki rasa kasih, yg lain sangat membencinya…
Tapi, hanyalah Tuhan yg menyayangiku …
Ia meneteskan air mataku, membasahi pipiku,
Agar aku tenang …
Ia memberiku kesempatan untuk menjerit keras,
Agar aku bisa sabar …
Ia menurunkan hujan ke bumi,
Agar aku tidak merasa kesepian …
Oh, Tuhan, Kekasih umat ala mini …
Mohon lindungi aku dg segala keutamaan-Mu..
Mohon kasihanilah aku dg segala kemurahan-Mu ..
Mohon bentengi aku dg segala hidayah-Mu ..
Aku mohon dg amat, sangat,memohon …
Dg segala kerendahan hati,
Dg menundukkan kepala,
Dg melalui cobaan ini,
Dg segala pertolongan-Mu yg aku harapkan …
Allahuma, Astagfirullah ……

BeAutIfuL fLower

..... BeAutIfuL fLower
Katanya sie, qmi mw tdur d tmpat yg nyaman n berada d pusat kota… tpi, nyatanya, qmi hruz msuk gang belok 2 kali, ke kiri n ke kanan… hehe,… tapi,,?
Untung qmi msh d stu kwasaan,, gk hrus satu kmar kan? Scra kmarnya cma sgtu mna ckup bwat 5 klompok…? Hehehe… xg pnting ttep bsa kmpul pas mlem…
Occa!!!”
Iy, ad ap, Nao?”
Tlong ambilkan hnduk’qu..!” ujar shbat’qu d blik pntu kmar mandi n sdang mngacung-acungkan tngan knannya..
Dmna?” tnya’qu smbil trun dri kasur n mncri hnduk shbat’qu yg agak tomboy it… (skrg gk lg tomboy cz ad rsa ma someone?, mnrut’qu sie..)
d atas ksur situ lah…” ujarny tak sbaran
Berggas aq mngambilnya n mnyerahkannya pda Nao, “Nieh,” dijwab dg ucpan trima ksh, “Thank you, Occa!” kmudiannya tngannya kmbli msuk k kmar mndi.
Aq kmbli k ksur, berbring smbil mzn ma shbat’qu yg lainnya.. emg dy cwo, tpi qmi akrb spt Nao n Icha (tkoh ni akn mncul pd saat pnsi, mlam hriny.. memalukan!)
Ni, hri k’2 qmi brsma d lwar pngwasan ortu d rmah.. kngen sie, tpi… ni jga saat-saat trakhir bgi qmi sblm qmi berpisah.. (hiks?). qmi hnya dberi wktu break sktar 1,5 jam. Qmi cape’.. dri tdi pgie qmi sdah mghbiskn berates-ratus uang dri rmh.. untung aj, acra stlh dhuhur ni cma k pntai n lhat pensi.. kwakakawaka…
Huh? Akhrny slse jga… sger deh clu bgni..” celetuk Nao bgtu klwar dri kmar mndi smbil berjlan klwr untk mnjmur hndukny.
Ia lalu berbring di sblh’q n mmbri sran jitu,“clu cape’, kki mnding diangkat n dsandari k dinding.. bguz tow?” Nao mmpraktekknnya.. aq mngikutinya pula..
Qmi mlai kbysaan shbat, curhat.. mcem-mcem mlai dri yg pribadi, yg lucu, atw yg skiranya prlu didiskusikn.. hey?
15 mnit kmudian…
Swsana d lwar sdah rmai. Qu mgecek jm d hp’qu.. “mash jm stgah 1, Tri n Chris dbgunin skrg ap nnti?” tya’qu pda Nao. Nao mnjwab stlah mnengok k kasur mrka, “ntar dlu, gak enak ggu mmpi indah mrka..?”
Oh, ya udah..” ujar’q llu qmi mlnjutkn ritual.. (apaan?)
Tak lma kmdian, Tri trbngun.. ai langsung brggas k kmar mndi. Smntara Chris msih alohay d kasur empukny… (hehe..)
Tet! Tet! Tet!
itu bnyi pluit tnda brkmpul!” ujar Nao. Chris yg bru sja bgun tmpak panic. Ia blum smpat mndi (n mnyuruh qmi tutp mlut!) qmi brggas msuk bis atw clu kthuan tlat akn dhkum… nyanyi..
Trnyata, bbrpa msh ad yg lih tlat drpda klmpok’q.. and, tntu sja Chris gak sndri… mash byak yg blum smpat mndi.. hehehe… (toh tjuan slnjutny k pantai kn?)
Qmi brangkat… dreamland beach, we’re coming!
(ad tman’qu yg mnyebutnya bkn ‘dreamland’ mlainkan ‘dremolen’.. entah itu apa mksudnya..?)
Tpi, hjan n macet mghambat prjlannan qmii… kcwa sieh gk bsa mnikmati dreamland slma yg qmi hrapkn…
Msih dlm rintikn hjan d senja hri, bis qmi mnembus malm k Jangkrik n mlhat band-band klas atas d skolah qmi… tman qmi sndri…
THE NOISE!!!”
N yg jga host’ny, (masya Allah, ampunilah hambaMu ini…) Icha. Ank klas ekseklusif yg xtra alay.. co-hostnya Nao… wah, canggung bget sohib-sohib’qu ni… hehehe..
Mskipun aq pas gk enak hti wktu itu tp aq lmyan larut dlm swsnanya….
Good joB Minna san…

……kItA seLAmAnyA …
SPANJANG prjlannan pulang, sllu terkenang knangan dri sna…
Cinta lokasi…
Pershabatan…
Kbersmaan…
Rsanya, bru kmrin qmi bsa akrab, tpi knp wktu brjlan bgitu cpat n tak mw mgulangnya kmbli… qmi sdh sprti shbat… yg tak mmpu brjlan bila hrus dpisahkan.. qta shabt untk slmanya…
Ni lgu yg sring qmi alunkn slma prjlannan… brangkat, d tmpat, hgga pulang..
Ya Sudahlah-Bondan ft Fade 2 Black”
Ktika mmpimu, yg bgtu indah tak prnah trwjud,
Ya sudahlah..
Saat kau brlari mgejar anganmu, dan tak pernah sampai,
Ya sudahlah… hem3x
Reff: apapun yg trjdi, qu kn slalu ada untukmu…
Janganlah kau bersedih,,,
Cause everything’s gonna be okay…
NB: crita ni mmang bkan 100% nyata (kya’ Umar Adi Ali d IMB 2),
Tpi crita ni dbwat spnuh hti utk skdar mgingat apa sja yg unik n lucu n gak bsa pnulis lupakan saat itu. Wlaupun klian gak suka dg crita ini, ttep aj ni sdh trjdi n gak akn mgkin berubah..
Slam syang utk smw shbat’qu…

yui it's my life

It’s My Life
kitto daijoubu
majime ni yattekita janai

jounetsu nakusanai youni
susume Rock’ n roll Life

nanigoto mo TORAI ?
sore ja tsukarechau wa
mayotte nanka nai no yo
I am all right

itsuwari ni kotoba de
asu wa surechigau

hitogomi kousaten
butsukariatte Excuse me

It’s My Life
kitto daijoubu
mune ni okude tonaeru no

Always a star
enryoshitetara No No No

tokai ni fukinukeru blue wind
namanuruku nattekite IYA da wa

aijou nakusanai youni
susume Rock’ n roll Life

Oh Friends
oboetemasuka?
gisei ni natte kietetta kanjou? love?

nakushita mono bakari
kuyamu koto wa nai
zutto kurikaeshiteiru
warito jinsei wa nagai

It’s My Life
kitto daijoubu
majime ni yatte yuketara

Always a star
tsuyogari wa tsudzuiteyuku
tokai ni fukinukeru blue wind
sunabokori ni me wo hosometeiru

nakitaku wa nai n da
mada arukanakya

gokaisareru koto datte aru
sokoshi tsuyoku naranakucha
susumenai

It’s My Life
kitto daijoubu
mune ni okude tonaeru no

Always a star
enryoshitetara No No No

iiwake nante
kiitekurenai shi

aruita bun dake no
My Story

jounetsu nakusanai youni
yukou Rock’ n roll Life

yui - your heaven

Tooi mukashi
Shashin de mita
Akai yane no tsuzuku machi de
La la la la
Deau kigashiteita

Sore wa kitto
Guuzen yorimo
Motto kowai ummei yo
Waratte ita
Sora no shikisai mo doushite kana ?
Hajimete nano ni
Fushigi
Natsukashi ii no

Anata no koe
Kiiteita wa

Tsurai yoru wo koete yukeru
Itsu kawa karu
Sou utatteita

Dakara atashi
Shinjiteita no

La la la la
La la la…

Dore mo hontou
Menomae no keshiki datte
Wasurenai
Akogareteta

Egao no saki
Doushite darou ?
Naketeshimau no wa
Zutto
Matte itano

Tooi basho de
Fureta kiseki
Akai yane no tsuzuku machi wa
Umi no soba de
Kodomotachi no
Yume ni afure
Kagayaiteita

Atashi no koe
Fuu ni nare
Mou kotoba nara iranai kara
La la la la
Kikoete kuru desho

Anata no uta
Omoi daseba

Tsurai yoru mo koete yukeru
Onaji ima wo ikita koto wo

Wasurenai wa
Kite yokatta

La la la la
La la la...

Um
Sayonara
Thank you for power of love
Your Heaven